Tips Memilih Laras Senapan - Senapan Lokal

11 Agu 2015

Tips Memilih Laras Senapan

Tips Memilih Laras Senapan
Laras senapan angin yang beredar di pasaran biasanya terbuat dari 2 macam logam, yakni kuningan dan baja. Laras kuningan paling mudah ditemukan karena harganya yang relatif murah dan mudah perawatannya. Kekurangannya, karena sifat logam kuningan yang lunak, alur dalam laras mudah terkikis atau berubah seiring waktu. Apalagi jika laras sering dibersihkan dengan alat yang keras dan tajam.

Laras baja menjadi tren akhir-akhir ini karena sifatnya lebih keras sehingga memiliki masa pakai lebih lama (durability) dan alurnya tidak mudah terkikis. Kekurangannya, selain berat dan mahal laras baja juga mudah berkarat karena cuaca, kelembaban, atau terkena air.

Secara garis besar, laras senapan hanya terbagi 2 macam, yakni laras panjang dan laras pendek. Laras pendek mementingkan power yang besar, misalnya untuk menembak hama atau berburu dalam jarak yang dekat (kurang dari 30 m). Sedangkan laras panjang berarti memiliki jangkauan yang lebih jauh. Bagi sebagian orang, laras yang panjang diyakini memiliki akurasi yang lebih baik.

Laras standar bawaan senapan biasanya sudah diperhitungkan secara seksama yang mencakup beberapa poin seperti volume dan diameter tabung angin, lubang transfer (transfer port), hingga langkah pompa. Mengganti panjang tabung lebih panjang ataupun lebih pendek tidak disarankan kecuali komponen senapan sudah disesuaikan (upgrade).

Di dalam setiap laras terdapat alur senapan. Jenis alur dibagi menjadi 2, yakni alur halus dan alur dalam. Alur yang halus umumnya dipakai pada laras pendek, begitu juga sebaliknya. Alur ini jumlahnya bisa berbeda-beda tergantung peruntukannya. Mulai dari tanpa alur, alur 6, alur 8, hingga alur 24. Alur laras yang halus membuat gaya gesek mimis dengan laras semakin kecil sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan kecepatan laju peluru (velocity) dengan jumlah pompa yang sedikit.

Kekurangan alur halus adalah terjadinya slip pada mimis jika senapan dipompa hingga maksimal (di atas 900 fps) sehingga mengakibatkan berkurangnya akurasi tembakan. Itulah sebabnya alur dalam lebih banyak dipakai pada laras panjang karena akan memaksimalkan daya tekan angin, jangkauan mimis, dan keakuratan tembakan.

Comments